Selasa, Desember 22, 2015

My Everyting

KALIAN ADALAH SEGALANYA UNTUKU, KELUARGAKU

Awal ketika ingin menulis tentang keluarga saya bingung harus mulai dari mana dan apa yang saya tuliskan tentang keluarga saya. Pernah terfikir dibenak saya bahwa keluargaku tak menyayangiku, dari kecil saya merasa kurang diperhatikan dan kurang kebahagiaan karena ketika masih kecil saya melakukan segala pekerjaan rumah tangga, karena Bapak dan Ibu saya kerja dan kerja tak memikirkan perasaan saya waktu itu. Dulu ketika saya masih SD saya tak merasakan nikmatnya bermain dengan teman-teman seusia saya, saya disibukkan dengan kerjaan rumah, nyuci, nyetrika, ngambil air di sungai, menyiram pohon cabai di swah dan lain sebaginya. Waktu itu saya ingin protes dan saya berfikir waktu itu kedua orang tua saya egois, jahat, tak peduli dengan saya bahkan saya sempat benci dengan mereka.

Sewaktu SMP tak ada perubahan tetap sama semua pekerjaan rumah saya yang kerjakan kecuali memasak karena Ibu selalu masak dipagi hari untuk makan saya dan Bapak saya. Lagi - lagi saya merasa sendiri kesepian, mereka sibuk kerja tak kenal lelah tapi satu walaupun demikian Ibu adalah tempat sandaran hati saya. Bagaimanapun beliau ketika saya ada masalah saya lebih suka cerita dengan orang tua saya. Saya berprinsip bahwa bagaimanapun kesalahan kita pasti orang tua lebih mengertidan memaklumi.

Saya akhirnya sadar.....



Ketika saya mulai dekat dengan Allah SWT,pintu hatiku seakan terbuka pola fikir seperti berbalik 180 derajat. Banyak hikmah dari semua takdir Allah SWT, saya tak pernah meminta untuk dilhairkan di bumi ini namun Allah-lah yang mentakdirkan. Saya juga tak meminta dilahirkan oleh seorang Ibu yang bernama JUWANTI tapi Allah-lah yang mentakdirkan, saya bahkan tak pernah memilih untuk mendapatkan sesosok Ayah yang tangguh dan sesabar SUWOTO.
Foto ini diambil lebaran Idul Fitri tahun 2012

Saya ingin menuliskan sepucuk tinta untuk Ibu dan Ayah walau beliau tak akan pernah membaca karena pngetahuan MedSos yang sangat minim, namun ini ku tulis agar kelak menjadi bahan bacaan anak cucu saya aamiin....

IBU....
Engkau adalah wanita terhebat yang tak ada yang menandingi
Bukan niat memuji dan melebih-lebihkan
Tapi ini ungkapan hati yang selama ini tertutup
IBU....
Engkau ajarkan aku kemandirian sedini itu
Aku anggap Engkau egois
Namun tetap ku selalu tunduk akan perintahmu
IBU....
Engkau ajarkan aku rasa tanggung jawab yang besar
Aku anggap Engkau eogis
Namun tetap ku tunduk akan perintahmu
IBU....
Engkau ajarkan aku ketegaran
Aku anggap Engkau egois
Namun aku tetap saja tunduk akanperintahmu
IBU....
Kita tak pernah berkomunikasi soal itu
Secara tersirat Engkau mengajari itu semua
Hingga aku menyadari itu ketika tumbuh dewasa
IBU...
Kamu harus tahu bahwa
Pola fikirku sekarang sangat jauh melebihi dirimu
Sekarang ibu sangat dekat dengan aku
Aku bahagia bisa jadi anakmu ibu
IBU....
Sebenarnya aku terbebani
Ketika Ibu mengharapkan berlebih dariku
Iya aku tahu Ibu aku memang satu-satunya anakmu
IBU....
Tapi sekarang aku mnyadari
Bukan maksud Engkau membebaniku
Tapi semata-mata Engkau ingin melihat aku BAHAGIA
IBU...
Jangan egois lagi ya ibu
Aku tahu engkau dulu bekerja keras untuk diriku
Sekarang waktunya aku berbuat sesuatu untuk IBU

Terima Kasih IBU....
Doa mu malam ini 22.12.2015 at 20.09 pm

IBU BAPAK SAYANG KOK TA DOA IBU BAPAK BERSAMAMU
"SEMOGA JADI ANAK SHOLEH DAN PINTER"

AYAH...
Engkau jaim sekali ayah
Sifat itu menurun kpadaku
Sekarang aku tahu itu
AYAH....
Engkau juga sangat penyabar
Sifat itu juga menurun kepadaku
Sekarang aku sadar itu
AYAH...
Engkau juga pandai menyimpan perasaan
Sifat itu pun melekat padaku
Aku menyadari semuanya
AYAH...
Tenang di sana ya Ayah
Aku tahu diriku dan Ayah tak sedekat aku dan Ibu
Aku menyadarinya
AYAH....
Mungkin aku lebih sering bercerita semua ke Ibu
Tapi Ayah tak pernah menunjukan sikap cemburu
Aku menyadarinya
AYAH....
Aku yakin dalam hati Ayah
Ingin juga sedekat Ibu dan Aku
Maafkan aku Ayah
AYAH...
Ternyata aku terlambat menyadari itu semua
Hingga aku sudah berusia 18 tahun lalu
Sekarang usiaku hampir 23 tahun
AYAH....
Aku jadi ingat ketika aku sakit sewaktu lecil
Engkau berjuang meminjam sepeda ke tetangga
Engkau menggayuh sekuat tenaga untuk Aku dan Ibu
AYAH....
Engkau rela pergi ke luar kota untuk mencari uang
Jauh dari keluarga dan menahan rasa kangen
Sampai engkau terlihat hitam dan kurus ketika pulang
AYAH...
Ternyata sifat Jaim Ayah masih melekat sampai sekarang
Ketika Ibu telfon wktu itu awal Desember 2015
"GENUK-KU NITA KOK NGGAK PULANG-PULANG" kata Ibu
Maafkan Aku AYAH....


Hanya ada kata TERIMA KASIH DAN MAAF untukmu IBU dan AYAH
Terima kasih telah melahirkanku di dunia ini
Terima Kasih atas kasih sayang yang tak akan pernah bisa dihitung
Terima kasih atas teladan dan mengajariku memaknai takdir dengan mengambil hikmah
Terima kasih atas semuanya

Maaf jika sempat membencimu
Maaf jika sempat berfikir jelek tetangmu
Maaf atas semua tingkah jeleku
Maaf atas keegoisanku

Kalian adalah segalanya untuku
Kalian tak ada tandingannya
Kalianlah yang terhebat
Aku sayang Ayah
Aku sayang Ibu
Aku cinta Ayah
Aku cinta Ibu


Diambil moment wisuda 29 OKtober 2014
di Masjid Agung Jawa Tengah

Yogyakarta, 22-12-2015
at 21.20 pm

Anakmu
Anita Wotavia




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar