Jumat, Oktober 12, 2012

Komplikasi. Kelainan, Penyakit Dalam Masa Nifas

http://infobidannia.files.wordpress.com/2011/05/perdarahan1.jpgPerdarahan Postpartum-lebih sering terjadi pada ibu-ibu di Indonesia dibandingkan dengan kejadian di luar negeri. Perdarahan postpartum diklasifikasikan menjadi 2, yaitu:
  1. Early postpartum: terjadi 24 jam pertama setelah bayi lahir
  2.  Late postpartum  : terjadi setelah 24 jam pertama setelah bayi lahir

Tiga hal yang haru diperhatikan dalam menolong persalinan  dengan komplikasi perdarahan postpartum:


  1. memperhatikan perdarahan
  2. mencegah timbulnya syok
  3. mengganti darah yang hilang
Frekuensi perdarahan dari seluruh perdarahan berdasarkan penyebabnya:
  1. Atonia uteri (50%-60%)
adalah suatu gejala komplikasi masa nifas yang terjadi karena uteus tidak bisa berkontraksi sehingga terjadi perdarahan.
Predisposisi atonia uteri:
  •  Grandemultipara
  • Uterus yang terlalu regang (hidramnion, gemeli, macrosemi(>4000 gr))
  • Kelainan uterus 
  • Plasenta Previa dan solusio plasenta
  • Partus lama
  • Partus precipitatus( persalinan yang cepat < 3 jam)
  • Hipertensi dalam kehamilan
  • Infeksi Uterus
  • Anemia berat
  • Riwayat perdarahan
  • Usia
Pencegahan atonia uteri:
Atonia uteri dapat dicegah dengan menejemen aktif kala III yaitu
  1. Pemberian oksitosin 
  2. Peregangan tali pusat terkendali
  3. Masase( setelah bayi lahir)
2.  Retensio Plasenta (16%-17 %)
adalah dimana keadaan plasenta belum lahir dalam waktu 30 menit setelah bayi lahir. Etiologi dan patogenesis pelepasan plasenta:
setelah bayi lahir maka uterus akan berkontraksi dan cavum uteri mengecil secara mendadak serta di barengi dengan mengecilnya daerah tempat perlekatan plasenta. ketika uterus berkontraksi namun plasenta tidak dapat berkontraksi terlepas dari dinding uterus maka pelepasan tidak terjadi.
 Penanganan:
  • Bila plasenta tidak lahir dalam waktu 15 menit maka di lakukan suntik oksitosin 10 U dan PTT sampai 30 menit
  • Plasenta belum lahir dan tidak terjadi perdarahan maka harus dirujuk
  • bila terjadi perdarahan maka dilakukan manual plasenta
  • Beri cairan IV: NaCl 0.9% atau RL
  3. Sisa Plasenta =>Manual Plasenta ( 23%-24%)
adalah plasenta yang tidak bisa keluar dari uterus dan terjadi perdarahan selama 30 menit maka dilakukan manual plasenta ( menyusuri uterus dengan tangan guna mengeluarkan plasenta dengan cara manual). Jika ini tidak segera dikerjakan maka perdarahan akan semakin sering dan ibu akan mengalami penurunan Hb sehingga akan terjasi syok dan kematian.
4. Robekan Jalan Lahir ( laserasi ) (23%-24%)
adalah perdarahan dalam keadaan dimana plasenta telah lahir lengkap dan kontraksi rahim baik, dapat dipastikan bahwa perdarahan tersebut berasal dari perlukaan jalan lahir.
Macam-macam robekan:
  1. Robekan Serviks
  2. Robekan Vagina
  3. Robekan Perenium
 Pada robekan Perenium dibagi menjadi 4 tinggakt atau derajat:
  1. Derajat 1=> mukosa vagina sampai kulit perenium
  2. Derajat 2=> mukosa vagina sampai otot perenium
  3. Derajat 3 => mukosa vagina sampai otot spinter ani ( harus dirujuk)
  4. Derajat 4 => mukosa vagina samp[ai dinding rektum ( harus dirujuk )










Tidak ada komentar:

Poskan Komentar