Jumat, November 02, 2012

Diaper Rash ( Ruam Popok )

Apa itu Diaper Rash
Diaper rash atau ruam popok tidak selalu terlihat sama pada setiap bayi.  Tetapi jika daerah popok bayi Anda terlihat iritasi dan merah, kemungkinan ia terkena diaper rash. Kulitnya juga dapat menjadi bengkak sedikit dan hangat ketika Anda menyentuhnya.

Ruam popok mungkin sangat ringan - a few prickly red spots in a small area – atau cukup luas, dengan benjolan merah lembut yang menyebar ke daerah perut dan paha.Tidak perlu panik, diaper rash adalah bagian dari perawatan bayi, terutama pada tahun pertama atau lebih.



Penyebabnya
Diaper Rash dapat disebabkan oleh apa saja dari makanan baru dan dikeluarkan oleh bayi anda melalui urin.
Berikut adalah penyebab paling mungkin:


Basah
Bahkan popok yang paling tinggi daya serapnya pun akan meninggalkan kelembaban pada kulit bayi anda. Dan ketika air seni bayi anda bercampur dengan bakteri dari lingkungan sekitarnya, hal itu akan merusak diaper dan membentuk amonia, yang bisa sangat keras.

Diaper yang terlalu lama dipakai dalam keadaan kotor akan lebih memungkinkan bayi terkena diaper rash. Bayi yang memiliki kulit sensitive akan lebih mudah terkena diaper rash, meskipun anda rajin mengganti popok sang bayi.

Radang atau sensitivitas kimia
Diaper rash pada bayi Anda mungkin merupakan hasil dari pergeseran diaper dengan kulit, terutama jika dia sangat sensitif terhadap bahan kimia seperti pengharum atau deterjen yang digunakan untuk mencuci popok kain. Bisa juga disebabkan oleh bedak, lotion atau baby oil  yang tidak cocok untuk kulit bayi anda.

New Food
Hal ini umum untuk bayi  ketika mereka mulai makan makanan padat atau diperkenalkan dengan makanan baru. Setiap makanan baru mengubah komposisi tinja, dan dapat meningkatkan gerakan usus bayi Anda. Jika Anda menyusui, kulit bayi Anda bahkan bisa bereaksi terhadap sesuatu yang Anda makan.

Infeksi
Daerah popok adalah daerah yang hangat dan lembab – yang disukai oleh bakteri dan kuman. Jadi mudah untuk terinfeksi bakteri atau kuman untuk berkembang di sana dan menyebabkan ruam, khususnya di celah-celah dan lipatan kulit bayi Anda.
Selain itu, bayi (atau ibu menyusui) yang mengkonsumsi antibiotik Terkadang lebih mudah terkena infeksi jamur, karena antibiotik mengurangi jumlah bakteri sehat didalam tubuh. Antibiotik juga dapat menyebabkan diare, yang dapat berkontribusi menyebabkan diaper rash.

Should I take my baby to the doctor for a diaper rash?
Ini mungkin tidak diperlukan. Dengan ketekunan tertentu, seharusnya anda bisa mengatasi hal ini sendiri dalam waktu 3 hingga 4 hari.

Jangan menghubungi dokter jika ruam tampak seolah-olah itu mungkin terinfeksi (seperti melepuh, berisi nanah jerawat, bercak kuning mengalir, atau luka terbuka). Dokter mungkin akan member resep antibiotik topikal atau oral untuk bayi Anda.

Untuk ruam popok disebabkan oleh infeksi jamur, dokter akan meresepkan obat anti jamur untuk digunakan dalam area popok. Juga hubungi dokter jika bayi Anda mengalami demam atau ruam itu tidak hilang setelah beberapa hari perawatan di rumah.

Apa cara terbaik untuk mengobati ruam popok?
Usahakan bayi Anda bersih dan kering dengan mengganti popoknya se-sering mungkin. Meskipun di malam hari.

Bilas daerah popok dengan bersih setiap mengganti popok. Beberapa orang tua selalu menyediakan  cotton balls dan botol semprot atau air hangat dalam termos di meja ganti bayi untuk kemudahan dalam membersihkan  bayi anda dengan lembut – ingat, jangan di gosok!

Using a barrier ointment - yang berguna untuk membentuk lapisan pelindung pada kulit - setelah setiap mengganti popok dapat membantu melindungi kulit bayi Anda dari kotoran dan urin. Ada beberapa salep yang bagus di pasar, termasuk petroleum ointment dan white zinc oxide, yang lebih tebal dan baik untuk melindungi kulit yang sangat sensitif.

Gunakan diaper yang sedikit longgar untuk memungkinkan sirkulasi udara yang lebih baik. Jika bayi Anda memakai popok kain, jangan menggunakan celana plastik. Jika Anda membeli disposable, coba merek yang berbeda untuk membandingkan mana yang lebih baik.

Consider letting your baby sleep with a bare butt whenever he has a rash. Plastik/perlak di bawah alas kain akan membantu melindungi kasur dari pipis dan kotorannya ditengah malam.

Bagaimana cara mencegah Diaper Rush?
Berikut adalah beberapa tindakan pencegahan yang baik:
1.       Jaga agar bagian bawah tubuh bayi tetap kering dengan cara mengganti popok bayi sesegera mungkin.
2.       Bersihkan daerah kelamin bayi anda secara menyeluruh setiap mengganti popok.
3.       Jika bayi Anda tampaknya rawan diaper rash, oleskan salep pelindung setiap kali mengganti popok.Boleh saja menggunakan petroleum jelly tetapi lebih mudah luntur.
4.       Hindari penggunaan bedak, as the dust is harmful to your baby's lungs if he breathes it in. Jika Anda ingin menggunakan bedak, pilih jenis tepung jagung berbasis aman. Pada setiap mengganti popok, hati-hati membersihkan bedak yang menumpuk di lipatan kulit bayi Anda.
5.       Saat bayi mulai makan makanan padat, tunggu beberapa hari untuk melihat apakah makanan tersebut menyebabkan diaper rash, jika bayi anda terkena diaper rash, hentikan member makanan tersebut, coba ganti yang lain.
6.       Jangan kenakan popok yang terlalu ketat pada bayi anda. Ukuran yang sedikit besar atau longgar akan membantu dalam sirkulasi udara ke bagian bawah tubuh bayi anda. Hindari celana plastik dan kain kedap udara lainnya.
7.       Jangan mencuci popok kain dengan deterjen yang mengandung wewangian, dan hindari penggunaan pelembut kain. Gunakan air panas dan bilas ganda popok bayi Anda. Anda juga bisa menambahkan setengah cangkir cuka ke air bilasan pertama untuk menghilangkan iritasi alkaline.
8.       Menyusui bayi Anda selama mungkin. Menyusui meningkatkan daya tahan bayi terhadap infeksi pada umumnya dan membuatnya cenderung tidak memerlukan antibiotik, yang dapat berkontribusi untuk ruam popok.
9.       Jika anda menitipkan bayi Anda ke tempat penitipan anak, pastikan suster nya memahami dan mengerti mengenai  diaper rash ini.
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar