Jumat, November 02, 2012

Impetigo Kulit Melepuh

Suatu ketika mungkin kita pernah mendapati seseorang (terutama anak-anak) yang kulitnya melepuh seperti terkena api atau sepeti tersulut puntung rokok (lihat gambar). Makin lama makin banyak menyebar ke berbagai bagian tubuh.
Sebagian suku Jawa menyebutnya penyakit sulet. Mitos yang beredar biasanya dihubungkan dengan terbakarnya pakaian si anak (popok, celana, pampers pospak atau apalah yang dipakai anak). Ah, mitos. Kita perbaiki yuk !!!



Mitos tersebut konon karena bentuk penyakit yang mirip kulit terbakar. Tentu saja bukan. Tidak mudah meluruskannya mengingat kepercayaan turun temurun dianggap benar walaupun sebenarnya salah. Bahkan pendidikan tinggipun tidak kuasa menangkalnya. Buktinya, kebanyakan para ibu lulusan SLTA ke atas masih menganggap penyakit tersebut berhubungan dengan pakaian anaknya yang terbakar, sengaja ataupun tidak. Informasi tersebut didapatnya dari keluarga atau tetangga yang lebih tua. Kelak, para ibu itupun akan mewarisakan hal yang sama kepada anak-anaknya.


Nah, informasi ini diharapkan dapat memotong kekeliruan mata rantai informasi di bidang kesehatan.
Lalu apa nama penyakit tersebut dan apapula penyebabnya?
Penyakit seperti nampak pada gambar disebut impetigo *namanya keren juga ya*. Dalam dunia kedokteran dibagi 2 jenis, yakni:
  1. Impetigo Kontagiosa, yakni kulit melepuh mirip tersulut api, dan
  2. Impetigo Bulosa, yakni kulit melepuh disertai dengan adanya kantong berisi cairan kekuningan.
Impetigo sering terjadi pada bayi, anak-anak, kadang pada orang dewasa. Dalam praktek sehari-hari impetigo masih kerap dijumpai. Impetigo mudah menular. Jika tidak segera diobati akan menyebar dan menetap hingga berminggu-minggu. Selanjutnya impetigo sembuh dengan sendirinya. Kendati demikian, seyogyanya diobati. Mana ada ibu yang tega melihat kulit anak tercinta melepuh di sekujur tubuhnya?
:: :: :: PENYEBAB :: :: ::
Impetigo adalah penyakit infeksi permukan kulit yang disebabkan oleh kuman, menular dan mudah menyebar.
Impetigo bulosa (melepuh disertai kantong berisi cairan) disebabkan oleh kuman Stafilokokus (Staphylococcus aureus), sedangkan Impetigo kontagiosa (melepuh tanpa kantong berisi cairan) disebabkan oleh kuman Stafilokokus, Streptokokus atau kombinasi kedua kuman di atas.
:: :: :: BAGAIMANA TERJADINYA ? :: :: ::
Pada mulanya, kuman (Stafilokokus, Streptokokus) di permukaan kulit berasal dari penularan, bekas gigitan serangga, atau bekas garukan. Setelah sekitar 10 hari, kuman akan menyebabkan Impetigo.
Terjadinya impetigo ditandai dengan: permukaan kulit melepuh, keluar cairan, adakalanya bernanah. Pada impetigo bulosa, terbentuk semacam kantong tipis, lunak, berisi cairan kekuningan. Tak jarang disertai pembesaran kelenjar (limfadenopati) di daerah kulit yang melepuh.
Kadang disertai rasa seperti terbakar dan gatal. Tak heran jika mengenai bayi, maka sang bayi akan rewel.
Penyakit ini akan sembuh sendiri dalam beberapa minggu tanpa meninggalkan jaringan parut (sikatrik)
Untuk mengenali penyakit ini relatif mudah, yakni dengan melihat bentuk dan penyebarannya.
:: :: :: TIPS PENGOBATAN :: :: ::
Pengobatan ditujukan untuk memberantas kuman penyebab menggunakan antibiotika (diminum dan obat lokal). Antiseptik dapat dipergunakan untuk membersikan kulit yang melepuh sebelum diolesi salep.
Untuk perawatan, silahkan ikuti langkah-langkah berikut:
  • Menjaga kebersihan penderita dan lingkungan.
  • Penderita tetap mandi (dimandikan) seperti biasa. (ada kepercayaan gak boleh mandi lho, hiy :P ). Mandi ya … ;)
  • Menggunakan obat sesuai anjuran dokter. Obat minum ataupun obat lokal (salep, cream) hendaknya sesuai takaran.
  • Menghindari penularan dengan menjauhkan anak sehat dari anak yang sakit.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar