Minggu, Desember 18, 2011

Fenomena Riya dan Sunn'ah

 Agar seorang Muslim mengetahui posisinya dalam riya dan sum'ah, hendaknya dia memahami betul fenomena atau tanda-tandanya, yaitu antara lain:

1. Giat bekerja dan melipatgandakan tenaganya jika mendapat pujian atau sanjungan, dan malas atau cenderung mengurangi amal, jika mendapat celaan dan kecaman. Juga apabila sedang bersama-sama dengan orang lain cenderung mengurangi amal, ketika ia seorang diri atau jauh dari pantauan orang lain.
Terhadap ciri ini, Sayyidina Ali ra pernah bertutur, "Ada beberapa tanda bagi orang yang berlaku riya, yakni malas ketika seorang diri, tetapi akan sangat rajin ketika sedang bersama orang banyak. Bertambah amalnya, jika mendapat pujian dan berkurang amalnya jika mendapat celaan". (Kitab Ihya Ulumuddin, al-Gazali, 3/298)
2. Menjauhi larangan-larangan Allah jika bersama manusia dan melanggar larangan-larangan-Nya, jika ia seorang diri dan jauh dari penglihatan manusia.
Rasulullah shallahu alaihi wassalam bersabda:
"Aku akan mengetahui beberapa kaum dari umatku yang datang pada hari kiamat dengan membawa kebaikan laksana pegunungan yang tinggi berkilau. Akan tetapi, Allah menjadikannya debu yang berterbangan (tidak berharga). Mereka itu adalah saudara-saudara kalian, dan berasal dari keturunan kalian. Mereka mengerjakan amalan pada waktu malam sebagaimana kalian mengerajakannya. Akan tetapi, mereka adalah kaum yang jika dalam keadaan sendiri akan melanggar larangan-larangan Allah." (HR. Ibnu Majah)
Dampak Buruk Akibat Riya dan Sum'ah
Riya atau sum'ah mempunyai pengaruh dan akibat yang berbahaya dan membinasakan, baik kepada para aktivis secara pribadi atau terhadap amal Islami secara umum.
Terhadap Pribadi.
Terhalang Dari Petunjuk (Hidayah) dan Pertolongan (Taufik) Ilahi.
Hanya Allah Ta'ala semata yang berwenang memberi hidayah dan taufik kepada siapa saja yang dikehendaki, serta menghalanginya dari siapa saja yang Dia kehendaki. Tidak ada yan mampu menonlak ketentuan-Nya dan tiada seorang pun yang dapat menghalangi kebijakan-Nya. Ketetapan-Nya sudah pasti dan pelaksanaannya psati berlaku bahwa Dia tidak akan memberi petunjuk dan pertolongan kecuali kepada orang yang ikhlas dan benar-benar menghadapkan diri kepada-Nya. Firman-Nya :
وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ أَنَابَ ﴿٢٧﴾
"Dan Ia menunjuki orang-orang yang bertobat kepada-Nya." (QS. Ar-Ra'd [13] : 27)
وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَن يُنِيبُ ﴿١٣﴾
"Dan ia memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali kepada-Nya." (QS. As-Syuura [42] : 13)
Seseorang yang berlaku riya dan sum'ah pada dasarnya telah merobek-robek ikhlas dan berpaling dari kebenaran. Maka bagtiamana mungkin orang seperti itu akan mendapat limpahan hidayah atau taufiq dari-Nya? Maha benar firman Allah Ta'ala:
فَلَمَّا زَاغُوا أَزَاغَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ ﴿٥﴾
"Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik." (QS. Ash-Shaf [61] : 5)
Menderita Kesempitan dan Ditimpa Rasa Gelisah
Orang yang riya dan sum'ah itu hanya akan melaksanakan sesuatu hal atau pekerjaan semata-mata untuk memperoleh pujian atau penghormatan dari manusia. Akan tetapi, dapat saja ketentuan dan ketetapan Allah akan menghalangi orang-orang untuk melakukan apa yang dia kehendaki itu, sebab sesungguhnya Allah Mahakuasa untuk melakukan hal semacam itu. Jika hal itu sampai terjadi maka orang yang berperilaku riya dan sum'ah itu akan segera menderita kesempitan dan kegelisahan, karena cita-citanya tidak tercapai. Sehubungan hal itu Allah Ta'alamengingatkan:
وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا
"Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka baginya penghidupan yang sempit." (QS. Thaha [20] : 124)
وَمَن يُعْرِضْ عَن ذِكْرِ رَبِّهِ يَسْلُكْهُ عَذَابًا صَعَدًا ﴿١٧﴾
"Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan Tuhannya, niscaya akan dimasukkan-Nya dalam azab yang amat berat."(QS. Jin [72] : 17)
Tercabutnya Kewibawaan dari Hati Orang-orang
Hanya Allah saja yang mutlak berkuasa menanamkan kewibawaan pada hati manusia yang Ia kehendaki. Sedangkan keikhlasan seseorang dalam setiap perbuatannya adalah laksana tebusan untuk mewujudkan hal itu. Seseorang yang berlaku riya atau sum'ah tidak memiliki tebusan tersebut. Karena itu, Alah mencabut kewibawaan dirinya dari h ati manusia. Sebaliknya, Allah akan menumbuhkan rasa hina manusia. Sebaliknya, Allah akan menumbuhkan rasa hina dalam pandangan mereka terhadap dirinya.
Firman-Nya:
وَمَن يُهِنِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِن مُّكْرِمٍ
"Barangsiapa yang dihinakan oleh Allah, maka niscaya tidak ada seseorangpun yang akan memuliakannya." (QS. Al-Hajj [22] : 18)
Para salafush shalih benar-benar telah mengantisipasi hal ini. Mereka adalah kelompok manusia yang palihng memelihara keikhlasan amal kepada Allah. Dengan demikian, wibawa atau kedudukan mereka tetap melekat di dalam dada dan hati manusia. Banyak sekali kisah yang tercecer dari mereka tentang hal ini. Akan tetapi, cukuplah bagi kita memperhatikan wasiat yang diungkapkan oleh Umar ibnul Khattab ra kepada ABu Musa al-Asy'ari. Ia berkata antara lain:
"Siapa saja yang mengikhlaskan niatnya (kepada Allah) niscaya Allah akan mencukupkan (urusan) antara dia dan manusia.". (Kitab Ihya Ulumuddin, 4/378).


www.Eramuslim.com

Senin, November 28, 2011

Mencegah dan Mengenal HERPES


Assalamualaikum
Akhir-akhir ini ada berita genjar dalam Asrama  karena dihebohkan oleh penyakit yang hampir menyerang seluruh mahasiswa yang tinggal di Asrama tersebut. Para mahasiswa pun pada protes "harusnya asrama dibuat seaman dan senyaman mungkin sehingga penghuninya merasa nyaman dan tentram saat berada di asrama.
Tak heran jika banyak mahasiswa yang ingin cepat-cepat keluar dari asrama tersebut,tapi tak usah kawatir teman kita di asrama kan cuma setahun dibetah-betahin yah..................^_^
Hingga pada akhirnya kemaren malam tanggal 28 November 2011 pihak asrama mengundang pembicara yang ahli di bidang kesehatan untuk menjelaskan masalah yang sedang dialami oleHERPES VIRUSh anak-anak asrama.
Sebelum beliau memaparkan secara terperinci apa itu HERPES beliau mengingatkan kita pada suatu hadist"manusia itu sering melupakan 2 kenikmatan yaitu nikmat sehat dan kesempatan" HR.Bukhory
Yah benar sekali teman kita kadanag lalai akan kedua nikmat tersebut bahkan melupakannya dan bahkan tak pernah mensyukurinya. Ya Allah ampunilah teman-temanku yah..........aamiin....
Kadang kita baru ingat jika salah satu nikamat itu dicabut dari diri kita,setelah kita merasakan sakit baru kita sadar dan mengeluh, padahal jika kita fikir pakai akal sehat berapa sih persentase ssaat kita sehat dan saat kita sakit,itu sangat kecil kan teman.....
Mungkin kita akan mengeluh saat dua hari atau 1 minggu kita sakit tapi apakah teman-teman semua pernah berfikir berapa harikah kita diberikan nikmat sehat????
jawablah dengan hati nuran kalian yah............^_^
Secara umum istilah herpes itu ada beberapa yaitu herpes simplek,single,Zoter dll. tapi tak usah khawatir teman karena herpes itu akan sembeuh dengan sendirinya. Ooopss jangan dipegang-pegang lo herpesnya karena bisa menyebar kemana-mana hayo.......
Penyebab utama herpes itu adalah HHV3(human Herpes Virus 3), namanya saja sudah virus teman jadi yah pasti kalian tahu sendiri yang namanya virus itu susah dibasmi bisanya cuma di kendalikan,diredam dan pada suatau ketika bisa kambuh lagi.
Gejala awal:
badan terasa meriang, sakit demam,lesu,rasa kurang nyaman,nyeri kepala.
Kemudian nyeri poada kulit:
kulit merasa panas,putih,terasa terbakar,memerah dan melepuh, dan tenanglah karena herpes itu hanya timbul di salah satu sisi tubuh kita saja.
Infeksi atau penularannaya:
== Infeksi pertama: kontak langsung antara kulit,material(selimut,bantal guling,dll),dan lewat udara. Bukan berarti kita hrus menjauhi taman kita yang terkena herpes,kasihan kan diya....^_^
==Infeksi kedua: karena REaktivasi virus HHV3 pada saraf, seperti yang sudah saya katakan bahwa itu virus jadi tidak bisa dibasmi hnaya bisa dilemahkan atau dinonaktifkan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi:
- Terjadinya penurunan imunitas seluler
-kurang bersih
- pengaturan ventilasi yang kurang baik
OBAT:
Acyclovir
Famcyclovir
Valacilovir
Pencegahan:
- Meningkatkan imunitas,vaksin herpes zoster
- Hindari kontak langsung dengan penderita
- Viru Varicella sebagai pemicu infeksi pertama
- hindari peersinggungan dengan linen
- Sanitasi lingkungan
- Kebersihan linen,dan alat-alat lainnya terutama alat pribadi anda yah.........
- Pergantian udara yang maasuk ke kamar serta pengaturan cahaya yang baik
- Disinfeksi linen
Nah teman-teman sekarang athu kan apa itu Herpes wah" jangan-jangan teman-teman pada jorok nih,,,,,,,,,,
^_^
semoga bermanfaat............
Wassalamualaikum........

Selasa, November 15, 2011

Sukses adalah Hak Saya


Prinsip Utama 20: Bangkit Lagi
Jangan ukur seseorang dengan menghitung berapa kali dia jatuh, ukurlah ia dengan beberapa kali dia sanggup bangkit kembali. Seseorang yang mampu bangkit kembali setelah jatuh, tidak akan putus asa.
Menyedihkan, mendengar bahwa banyak orang seperti mereka, setelah sekali dua kali gagal, memilih untuk menetap di situ dan akhirnya mati sebagai orang yang sebenar-benarnya gagal, tersungkur, dan tidak bangkit lagi.
Apakah kualitas diri kita akan membantu bangkit kembali setelah kita terjatuh? Kualitas diri sendiri adalah sesuatu yang mesti saya sebutkan, karena kalau tidak, makna buku ini panduan ini tidak sempurna.
”Tidak ada apapun di dunia ini yang bisa menggantikannya. Bakat pun tidak; Banyak sekali orang berbakat yang tidak sukses. Kejeniusan pun tidak; Jenius yang tidak sukses sudah hampir menjadi olok-olokan. Pendidikan pun tidak; dunia ini penuh dengan orang terpelajar. Hanya kemauan dan ketabahan saja yang paling ampuh.”
Ya, ketabahan, yakni kemampuan bangkit kembali untuk ke sekian kalinya setelah terjatuh. Dalam benturan antara sungai dengan batu, air sungai senantiasa menang bukan dengan kekuatan tapi dengan ketabahan. Seberapa jauh Anda jatuh tidak menjadi masalah, tetapi yang penting seberapa sering Anda bang­kit kembali.
Apabila Anda dapat terus mencoba setelah tiga kegagalan, Anda dapat mempertimbangkan diri untuk menjadi pemimpin dalam pekerjaan Anda sekarang. Jika Anda terus mencoba setelah mengalami belasan kegagalan, ini berarti benih kejeniusan sedang tumbuh dalam diri Anda.
Thomas Alfa Edison, saat ditanya, bagaimana ia bisa bertahan setelah ribuan kali gagal? Penemu bola lampu dan pendiri perusahaan kelas dunia, General Electric ini menjawab, ”Saya tidak gagal, tetapi menemukan 9994 cara yang salah dan hanya satu cara yang berhasil. Saya pasti akan sukses karena telah kehabisan percobaan yang gagal.”
Sungai Colorado mengalir tabah terus-menerus, melahirkan Grand Canyon. Charles Goodyear yang tekun, membuahkan ban yang memungkinkan kendaraaan melaju kencang. Tabahnya Wright bersaudara membuahkan pesawat terbang. Bethoven, mengisi dunia dengan musik inspiratif, John Milton membuahkan karya puisi indah yang menyejukkan hati, perempuan tunanetra yang tegar Helen Keller, memberikan harapan kepada semua or­ang cacat, ketabahan Abraham Lincoln membuatnya terpilih menjadi Presiden, dan tentu, Thomas Alfa Edison, memberi kita cahaya listrik. Kesuksesan tergantung pada kekuatan untuk bertahan. Kurang tabah merupakan salah satu alasan orang gagal dalam bisnis, politik, dan kehidupan pribadi.
”Setiap orang sukses menyatakan bahwa kesuksesan hanya berada di luar ketika mereka yakin idenya akan berhasil,” Dr. Napoleon Hill. (Selesai)

Internet Dapat Mencegah Pikun


Internet Dapat Mencegah Pikun.

Ini adalah berita gembira bagi para netters dan bloggers pada umumnya sekaligus bagi para lanjut usia ( lansia ) khususnya.

Karena dengan mengakses internet, kita tidak hanya dapat mengetahui informasi tetapi dengan surfing di dunia maya ini, dapat membantu untuk memperbaiki dan melatih fungsi otak.

Dan ini, khususnya bagi lansia, dapat mencegah pikun (dementia) yang seringkali mengancam orang lanjut usia, karena dengan mengakses internet berarti kita sudah melakukan atau melibatkan otak dalam sebuah aktivitas yang cukup rumit sehingga fungsi otak tetap dapat dipertahankan.

Dengan surfing di internet, ibaratnya kita seperti membaca sebuah buku, sehingga bagian otak yang berfungsi untuk pengendalian bahasa, pengendalian daya ingat dan daya visual akan ikut bekerja, bahkan menambahkan aktivitas tambahan bagi otak yaitu untuk pengendalian keputusan dan pertimbangan.

Ini yang membedakannya dengan membaca, karena bila kita surfing di internet maka kita akan dihadapkan dengan berbagai macam pilihan informasi yang harus kita pilih atau kita klik, dengan adanya keputusan yang harus dibuat inilah aktivitas bagian otak untuk pembuatan keputusan dan pertimbangan akan terus diasah.
Read More..
Read more..